Wisata dan Liburan di Bali

Pencitraan Pariwisata Sumbar Pasca-gempa Menjadi Prioritas

Kategori Berita Bali

Budpar.go.id - Pencitraan pariwisata pasca-peristiwa gempa akan menjadi prioritas dalam upaya memulihkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Sumatera Barat (Sumbar)  dalam waktu dekat ini.

Meski peristiwa gempa 7,6 SR pada Rabu (30/9) meluluhrantakan infrastruktur hotel di Padang,  namun masih banyak daerah tujuan wisata lain Sumbar yang tidak terkena gempa.  Seperti daerah tujuan wisata unggulan di Bukittinggi, Tanah Datar, Pasaman, dan Mentai  tidak terkena gempa dan sangat menarik untuk dikunjungi.

“Kita akan citrakan bahwa Sumbar memiliki wilayah yang luas, dan masih banyak obyek wisata unggulan seperti di Bukittingi, Tanah Datar,  Pasaman maupun Mentawai yang tidak terkena  gempa dan  menarik untuk dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” kata Danang, Kabid Pemasaran Disbudpar Pemprov Sumbar.

Menurut Danang pencitraan seperti itu ke depan akan digencarkan sehingga diharapkan pariwisata Sumbar akan segera pulih kembali. (Pusformas)

Depbudpar Lakukan Pendataan Detail Kerusakan BCB di Sumbar

Kategori Berita Bali

Budpar.go.id - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Depbudpar di Batusangkar, Sumatera Barat (Sumbar)  mulai melakukan pendataan secara detail kerusakan benda cagar budaya (BCB) akibat peristiwa gempa Rabu (30/9) lalu.  Sebelumnya dua hari pasca-gempa,  BP3 Batusangkar telah melakukan pendataan kerusakan BCB di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kota Bukittinggi dan sekitarnya .

“Pendataan secara detail ini untuk melengkapi data-data awal. Bila dalam pendataan awal kita baru melihat kerusakan BCB dari sisi depan dan sampingnya, saat ini kita lanjutkan lebih mendetail dengan melihat ke dalam bangunan ,” kata Fitra Arda, Kepala BP3 Batusangkar yang membawai wilayah kerja Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau kepada petugas desk Budpar di Posko Gempa Sumbar di halaman rumah dinas gubernur Sumbar, Jumat siang (9/10).

Fitra Arda mengatakan, data detail ini nantinya akan digunakan untuk membantu proses percepatan masa rekontruksi dan rehabilitasi serta untuk pemutakhiran dan pendokumentasian data

Untuk melakukan pendataan detail kerusakan BCB  tersebut, kata Fitra, pihaknya mendapat bantuan relawan dari Yogya Heritage yang punya pengalaman dalam melakukan kegiatan serupa antara lain ketika terjadi gempa di Yogyakarta beberapa tahun lalu.

Sementara itu hasil Tim Survei Kerusakan BCB Pasca-gempa Sumbar pada Minggu (4/10) lalu menyebutkan, peninggalan BCB di kawasan Batang Arau, Pasar Mudi, Pasar Malintang, dan Pasar Gadang,   Kota Padang mengalami rusak berat mencapai sekitar 80%, sedangkan di kawasan Pasar Batimpuk hanya rusak sebagian. (Pusformas)

Jelang Galungan dan Kuningan, DWP Pemprov Bali Gelar Pasar Murah

Kategori Berita Bali

Baliprov.go.id - Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada (14/10) dan (24/10) mendatang, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemprov Bali menggelar pasar murah di halaman depan Kantor Gubernur Bali. Kegiatan yang rutin digelar tiap enam bulan sekali ini mulai digelar Senin (5/10) hingga Selasa (6/10).

Sebagaimana kegiatan sebelumnya, beragam kelengkapan upacara hingga kebutuhan rumah tangga dijual dalam pasar murah kali ini. Ada sekitar 10 stand ikut ambil bagian, diantaranya stand alat-alat kebutuhan rumah tangga, perlengkapan sembahyang, buah-buahan dan janur, pakaian ke pura hingga aneka sepatu dan sandal. Selain itu juga ada stand kuliner yang menyajikan makanan khas Bali seperti serombotan.

Kegiatan pasar murah pada hari pertama ditinjau langsung oleh Penasehat DWP Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika. Istri orang nomor satu di Bali ini menyambut positif pelaksanaan kegiatan pasar murah. Apalagi, kegiatannya dilaksanakan menjelang perayaan hari raya besar Umat Hindu. Dimana, menjelang perayaan Galungan dan Kuningan, umat hindu akan membeli berbagai kebutuhan untuk persiapan upacara.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang pengurus DWP Pemprov Bali Ny. I Nyoman Yasa. Istri dari Sekda Provinsi Bali ini mengungkapkan, kehadiran pasar murah ini diharapkan membantu para pegawai di lingkungan Pemprov Bali dalam memenuhi kebutuhan mereka menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Untuk memberi kemudahan dan keringanan bagi para pegawai, DWP Setda Bali menggandeng Koperasi Pegawai Negari (KPN) Praja dengan menerapkan sistem kupon. Artinya, para pegawai bisa mengambil berbagai barang dengan memanfaatkan fasilitas kupon yang disediakan. Pembayarannya dilakukan melalui enam kali cicilan di Koperasi Praja. Selain itu, harga berbagai barang yang dijual juga diupayakan lebih murah dari harga pasar. Karena berbagai kemudahan tersebut, para pegawai khususnya golongan kecil merasa sangat terbantu dengan kehadiran pasar murah ini.

Kegiatan pasar murah ini cukup menarik perhatian para pegawai di lingkungan Pemprov Bali. Stand yang ramai dikunjungi diantaranya penjual buah-buahan, sarana upakara serta alat-alat rumah tangga. Mereka mengaku cukup terbantu dengan adanya kegiatan ini.

Perang Tipat Bantal di Kapal, Badung

Kategori Berita Bali

Jawapos.com - Pamor Aci Rah Pengangon (lempar tipat-bantal) Desa Adat Kapal, Kabupaten Badung semain menanjak saja. Senin (5/10), tradisi tahunan itu datang lagi. Warga setempat begitu antusias menyambutnya. Hampir semua masyarakat terlibat.

Karena alasan itu, Pemkab Badung mulai memikirkan membawa kegiatan ini untuk menjadi even yang dikenal masyarakat luas. Menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela ritual saling lempar tersebut, Bupati Badung AA Gde Agung menyatakan akan melakukan pengkajian untuk menjadikan lempar tipat bantal ini masuk kalender pariwisata.

Jika dinilai layak, lanjut dia, maka ritual lempar tipat bantal akan dimasukkan dalam kalender pariwisata Badung. ”Saya sangat mendukung tradisi ini. Ini merupakan salah satu warisan budaya yang sudah ada sejak turun-temurun,” aku Gde Agung kemarin.

Menurut Gde Agung, pihaknya sudah meminta Dinas Pariwisata untuk mengkaji hal tersebut. Terutama dari segi kemasan, agar mempunyai daya tarik bagi wisatawan. ”Tapi saya minta agar tidak mengurangi maupun menambah keaslian dari makna ritual ini,” tandas penglingsir Puri Ageng Mengwi ini.

Kalau kemasannya bagus dan efektif, lanjutnya, pihaknya tidak akan ragu-ragu mempromosikan tradisi yang sudah ada sejak 1970-an ini sebagai objek pariwisata.

Tradisi lempar-tipat sendiri, merupakan ritual yang diikuti puluhan kaum pria dengan bertelanjang dada. Masing-masing dari mereka mempersenjatai diri dengan sejumlah tipat dan bantal nasi, yang akan digunakan untuk melempar lawannya. Tidak ada aturan khusus terkait perang tipat ini, karena semua pemain bebas melempar kubu lawan dengan tipat dan bantal nasi.

Selain warisan budaya, tradisi ini juga dipercaya masyarakat desa Kapal bisa mendatangkan kesejahteraan. Kok menggunakan tipat dan bantal nasi? Menurut Bendesa Adat Kapal Gde Dharmayasa, tipat dan nasi merupakan simbol kemakmuran, jenis makanan yang banyak dikonsumsi warga. ”Ritual ini juga sebagai bentuk rasa sukur kami terhadap rizki yang sudah diberikan Tuhan pada kami,” kata Dharmayasa.

Tradisi ini sendiri, menurut Dharmayasa sempat terhenti beberapa tahun. Dua tahun terakhir, ritual yang cukup berbahaya ini kembali digelar. “Dikhawatirkan sawah-sawah akan mengalami paceklik kalau tidak menggelar tradisi lempar tipat-bantal ini,” pungkas Dharmayasa. (yog)

STP Bandung dan STP Bali Menjadi World Class Educational Tourism

Kategori Berita Bali

Budpar.go.id - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE mengatakan, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan STP Bali telah diakui oleh United Nations World Tourism Organization (UN-WTO) sebagai lembaga pendidikan tinggi di bidang kepariwisataan berkelas dunia (World Class Educational Tourism).

“Dengan diterimanya sertifikat Tourism Education Quality (Tedqual) dari UN-WTO ini, dunia telah mengakui pendidikan tinggi  pariwisata di Indonesia sudah berkelas dunia,” kata Menbudpar Jero Wacik  ketika menerima penghargaan Hildiktipari (Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia) dan sertifikat Tedqual (Tourism Education Quality ) dari UN-WTO di balairung Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (16/9).

Penyerahaan penghargaan tersebut disampaikan Ketua Hildiktipari Himawan Brahmantyo serta sertifikat Tedqual  UN-WTO oleh Patrice Tedjini , Chief Documentary Resources mewakili Sekjen UN-WTO Taleb Rivai.

Menurut Patrice Tedjini, Indonesia merupakan negara pertama di kawasan ASEAN yang mendapat sertifikat  Tedqual UN-WTO yang diwakili Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan STP Bali. “Untuk kawasan Asia, Indonesia merupakan negara yang keempat mendapat sertifikat Tedqual UN-WTO setelah Hongkong,  Macao, dan Cina,” kata Patrice Tedjini.

Pemberian sertifikat Tedqual UN-WTO tersebut berjalan cukup lama. Themis Foundation, lembaga pengembangan sumber daya manusia pariwisata di bawah naungan UN-WTO, melakukan pre-audit hingga proses audit terhadap sarana dan prasana di STP Bandung dan Bali mulai tahun 2007 hingga November 2008. Hasil akhir dari proses auditing tersebut adalah diterbitkannya sertifikat Tedqual UN-WTO pada 10 Agustus 2009. Dengan dikeluarkan sertifikat tersebut,   STP Bandung dan STP Bali telah diakui dunia sebagai lembaga perguruan tinggi kepariwisataan berkelas dunia. (Pusformas)

Pesta Danau Toba 2009 Gairahkan Pariwisata Sumut

Kategori Berita Bali

Budpar.go.id - Pesta Danau Toba 2009 kembali  digelar di Parapat,  Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) pada 7-11 Oktober 2009. Even tahunan ini diharapkan akan menggairahkan pariwisata Sumut yang tahun 2008 lalu berhasil menarik 152 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

“Kegiatan Pesta Danau Toba 2009 ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan daya tarik obyek wisata Danau Toba yang menjadi ikon pariwisata Provinsi Sumut,” kata Wakil Gubernur Provinsi Sumut Gatot Pujonugroho di Gedung Sapta Pesona Jakarta dalam jumpa pers tentang persiapan Sumut Expo 2009 di Jakarta pada 29 Oktober-1 November mendatang.

Menurut Gatot, kegiatan Pesta Danau Toba 2009 selain untuk mempromosikan potensi wisata Sumut juga mendukung pelestarian seni budaya daerah serta sebagai cerminan tentang kondisi pariwisata Sumut yang kondusif, aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan.

Sementara itu Kadis Budpar Sumut Nurlisa Ginting menyatakan,  tahun ini kunjungan wisman ke Sumut diperkirakan mencapai 200 ribu orang, mereka datang dari Malaysia, Singapura, Australia, Jepang dan negara-negara Eropa seperti Belanda dan Jerman. “Selain Danau Toba, Sumut juga memiliki obyek wisata unggulan seperti Nias yang dikenal ke mancanegara sebagai lokasi surfing terbaik  dunia,” kata Nurlisa.

Dirjen Pemasaran Depbudpar DR.Sapta Nirwandar mengharapkan Pemda Sumut gencar melakukan promosi serta meningkatkan pelayanan dan kemudahan aksesibilitas ke obyek-obyek wisata, sehingga akan lebih banyak lagi dikunjungi wisatawan. “Pesta Danau Toba merupakan salah satu upaya untuk menarik wisatawan datang ke sana,” kata Sapta Nirwandar.

Berbagai kegiatan yang akan digelar dalam rangkaian Pesta Danau Toba 2009  antara lain pentas seni budaya, gebyar panggung Danau Toba, festival kuliner, pemilihan putri Danau Toba, pameran kebudayaan dan lomba marching band. (Pusformas)

KARANGASEM SABET 3 PENGHARGAAN ADIBAKTI MINA BAHARI

Kategori Berita Bali

Karangasemkab.go.id - Kabupaten Karangasem kembali berhasil mengukir prestasi gemilang memperoleh penghargaan adibakti mina bahari tahun 2009 yang diselenggarakan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dituangkan dalam Keputusan Nomor Kep. 59.Men/2009. Menurut penjelasan Kadis Peternakan Kelautan dan Perikanan Ir. I Nengah Manta Ekayudha di Amlapura (28-9-09), kegiatan lomba dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi, kontribusi dan peran serta pemangku kepentingan serta unit pelaksana teknis dalam peningkatan produktifitas kegiatan ekonomi, pengembangan usaha perikanan  dan pelestarian sumber daya ikan maupun lingkungan. Penghargaan Adibakti Mina Bahari tahun 2009 diberikan kepada 22 katagori, diserahkan langsung Menteri Perikanan dan Kelautan RI Fredy Numbery pada peringatan Hari Bahari tahun 2009 pada bulan Juni lalu.

Dari seluruh katagori Karangasem berhasil meraih 3 kejuaraan yakni Juara I Kategori Pengawasan Bidang Penangkapan Ikan  dalam bidang pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan diraih Kelompok Bayu Segara Dusun Tigaron Desa Sukadana Kecamatan Kubu. Sedangkan untuk katagori Kelompok Usaha Bersama (KUB) Perikanan Tangkap Teladan  pada bidang perikanan tangkap Karangasem meraih Juara Teladan  II atas nama KUB Mina Jaya Tigaron Kubu Karangasem. Sedangkan untuk  katagori kelembagaan Unit Pelayanan Pengembangan (UPP) yang diwakili UPP Mekarsari Dusun Saren Desa Budakeling Bebandem memperoleh Juara III.

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Bayu Segara didirikan 17 Juni 2009 beranggotakan 64 kelompok nelayan, melaksanakan misi pengawasan pantai dan perairan dari oknum pengebom ikan bekerjasama dengan Polisi Perairan (Polair) di Kecamatan Kubu dalam menjaga keamanan pantai dan laut. Sementara itu untuk UPP Mekarsari Saren Budakeling merupakan lembaga petani ikan yang didirikan untuk melayani kebutuhan kelompok tani disekitarnya beranggotakan 64 kelompok. Melalui kegiatan pertambakan udang galah dan gurami petani ikan setempat dapat meningkatkan produksi dan pendapatannya, sekaligus menjadi mitra pemerintah melaksaakan program bantuan sosial (bansos) pusat. Untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mina Jaya yang beranggotakan 70 orang melaksanakan kegiatan bersama dalam mengelola hasil tangkapan dan kebutuhan sarana produksi, sehingga dapat lebih mandiri dan produktif dalam menangani usaha ekonomi dibidang perikanan laut.

Manta Eka Yudha menambahkan, Karangasem dengan luas wilayah 839,54Km2 didominasi lahan kering seluas 76.918 Ha (91,62%) dengan jumlah penduduk 427.481 (tahun 2007) atau 102.913KK, dengan mata pencaharian di sektor mperikanan sejumlah 5.510 jiwa diantaranya 4.926 nelayan dan 584 jiwa dibidang usaha perikanan, dengan rentsang panjang pantai 83Km. Adapun potensi perikanan laut cukup besar berikut pengembangan usaha budidaya laut, rumput laut, kerapu, mutiara, tambak udang dan kerang abalone. Bahkan disepanjang pantai berkembang usaha pariwisata dengan menjamurnya pondok wisata dan obyek wisata selam seperti di Jemeluk dan Tulamben. Disektor perikanan air tawar Karangasem memiliki potensi berkembang seluas 536Ha dengan sumber air yang cukup. Tahun 2008  produksi perikanan total mencapai 14,2 ribu ton terdiri perikanan laut 13,9 ribu ton, perikanan darat 138,6 ton, budidaya laut 131 ton dengan nilai total mencapai 101,1milyard rupiah.

Bahkan Kabupaten Karangasem terpilih sebagai lokasi  sentra  program nasional dalam rangka meningkatkan sumber daya kelautan seperti pengembangan komoditi  udang  baik udang lokal maupun udang windu serta udang introduksi yang dikembangkan di Indonesia, dengan beragam jenis dengan potensi ekonomis yang menjanjikan.  Dalam sentra pengembangan udang pada  Brodstok menjadi  pusat pembenihan untuk peningkatan produksi dan benih dalam meningkatkan sumber daya alam   melalui benih bermutu yang dapat menjamin kelangsungan hidup udang, suntuk disuplay ke tambah-tambak se Indonesia dengan tehnologi tercanggih di Asia bahkan di Dunia.

Brodstok Udang yang berlokasi di Desa Bugbug Kecamatan Karangasem  dibangun Kementrian Kelautan bekerjasama dengan Pemkab. Karangasem ditujukan untuk  mensuplay benih udang paname dari pengembangan Induk yang dilakukan di tandon pembenihan akhir. Brodstock    yang dibangun dengan anggaran dana APBN Rp. 14.056.252.000, merupakan pilot proyek pertama di Indonesia dengan lokasi terpilih  dan kualitas air yang bermutu.

Sesuai hasil penelitian pasca pembangunan fisik, pusat mengakui  Brodstok Bugbug memiliki keunggulan dari segi kualitas air, lokasinya sepi dan terlidung dibalik bukit. Dari keunggulan lokasi tersebut diyakini merupakan habitat ideal pembibitan udang sehingga lebih kedap dari gangguan penyakit yang sempat dikawatirkan sebelumya. Proyek terbesar di Asia Tenggara tersebut, dikatakan Manta Eka Yudha,  dapat berdampak pada kemajuan dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat bisa beranjak dari  kondisi kemiskinan yang disandang.

Wisatawan Taiwan ke Bali Turun 18,45 Persen

Kategori Berita Bali

Tvone.co.id - Wisatawan Taiwan ke Bali mengalami penurunan 18,45 persen dalam tujuh bulan pertama 2009, hanya tercatat sebanyak 69.368 wisatawan selama periode Januari-Juli dibanding peridoe yang sama tahun sebelumnya 85.063 wisman.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali Ida Komang Wisnu di Denpasar Jumat mengatakan, meskipun wisatawan Taiwan ke Bali merosot, namun negara itu menempati urutan keenam dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Pulau Dewata. Ida Komang menjelaskan, Taiwan memberikan kontribusi sebesar 5,32 persen dari total wisman yang berlibur ke Bali sebanyak 1.304.359 orang selama tujuh bulan pertama 2009.

Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 12,26 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 1.161.915 orang. Wisatawan Taiwan ke Bali seluruhnya lewat bandara Ngurah Rai, dengan menumpang pesawat udara yang terbang langsung dari negara dan tidak seorangpun yang tercatat lewat pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Selama 2008 masyarakat Taiwan yang menikmati seni budaya Bali sebanyak 130.449 orang, menurun 6,07 persen dibanding sebelumnya yang tercatat 138.880 orang. Dari sepuluh negara terbanyak Pemasok wisman ke Bali enam negara diantaranya mengalami peningkatan cukup signifikan, yang memberikan kontribusi terbesar dan mengalami peningkatan itu meliputi Australia 17,34 persen, China 8,96 persen, Malaysia 6,43 persen, PeErancis 4,57 persen, Inggris 3,70 persen dan Jerman 3,25 persen. Empat negara yang mengalami penurunan, selain Taiwan, juga Korea Selatan 4,06 persen, Jepang 10,77 persen dan Jerman 0,63 persen. (Ant)

Staf Gubernur Banyak Yang Tidak Hadir

Kategori Berita Bali

Beritabali.com - Untuk pertamakalinya simakrama yang dihadiri gubernur bali tidak ada keterlibatan wakil gubernur bali. Gubernur mengakui ketidakhadiran wakil gubernur karena alasan ada tugas tertentu yang lebih penting yang tidak dapat ditinggalkan.

Bukan hanya wakil gubernur yang tidak hadir di kabuapten klungkung, Sekretaris Daerah, I Yyoman Yasa juga tidak hadir dalam simakrama atau tatap muka di wantilan depan kantor bupati klungkung, Sabtu (26/9).

Gubernur Bali Made Mangku Pastika beralasan, Sekda tidak hadir karena sakit. Selanjutnya yang lebih mengejutkan lagi adalah ketidakhadiran Kepala Dinas Kesehatan Dr. Nyoman Sutedja dengan alasan sakit.

“Kepala dinas kesehatan saja sakit, bagaimana dengan rakyatnya,” ujar Pastika sambil tertawa.

Gubernur juga menyatakan tergelitik dan tertawa ketika mengetahui ketidakhadiran kepala dinas kesehatan akibat faktor sakit.

“Saya ketawa saja karena sebelumnya saya yang justru dinasehati oleh kepala dinas kesehatan, katanya saya diminta untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.

Gubernur mengakui memaklumi ketidakhadiran kepala dinas kesehatan propvinsi bali, karena faktor sakit, apalagi sakit tersebut diakibatkan oleh kecapekan karena mengikuti upacara di desanya.

Akibat kelelahan, kepala dinas kesehatan menjadi sakit, namun disisi lain gubernur mengingatkan jajaran staf dan pegawainya untuk tidak terlalu banyak minta ijin libur, sebab jika terlalu banyak pegawai yang libur, maka tugas - tugas pemerintahan akan menjadi terbengkalai. (mlt)

KBRI Oslo Fasilitasi 980 Mahasiswa Norwegia Belajar di Bali

Kategori Berita Bali

Budpar.go.id - Kedutaan Besar RI (KBRI) di Oslo, Norwegia tahun 2009 memfasilitasi 980 mahasiswa Norwegia untuk balajar di Bali selama satu semester dalam program pra-universitas, demikian keterangan Mansyur Pangeran, Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Oslo dalam release-nya yang dikirim ke Depbudpar, baru-baru ini.

Para mahasiswa yang belajar sambil berwisata itu dikirim oleh sejumlah lembaga pendidikan di Norwegia antara lain Gateway College, Go-Study, Kulturakademiet, dan Active Edukation. Mereka akan belajar di kampus Yayasan Ananda Pasti Ceria Jimbaran Bali dengan para dosen yang didatangkan dari sejumlah universitas ternama di Norwegia seperti Telemark University College, Sogn og Fjordane University College dan Alesud University College serta pengajar dari Universitas Udaya Bali.

“Selain memfasilitasi visa mahasiswa dan para dosen, KBRI Oslo juga melakukan pendekatan dan kerjasama dengan para pimpinan lembaga studi dan dosen untuk mempromosikan Indonesia agar lebih banyak lagi mahasiswa belajar di Indonesia khususnya Bali,” kata Mansyur Pangeran dalam sambutannya pada farewell gathering dengan Gateway College di Ruang Serbaguna KBRI Oslo.

Dalam acara farewell gathering itu Kuai KBRI Oslo menjelaskan secara umum kepada para mahasiswa seputar situasi politik/demokrasi, ekonomi, sosial budaya, letak geografis, penduduk, adat istiadat, agama dan hubungan bilateral RI-Norwegia. Pada acara itu diperkenalkan pula seni budaya Indonesia  dengan menampilkan seni tari Bajidorkahot dari Bali serta disajikan seni kuliner berupa masakan khas daerah seperti sate ayam, martabak Medan, lumpia Semarang, serta rempeyek dan nasi goreng.

Menurut Mansyur Pangeran, tingkat kepercayaan masyarakat Norwegia terhadap situasi keamanan di Indonesia pasca-peristiwa bom Mega Kuningan tetap tinggi, hal itu tercermin dari semakin tingginya minat masyarakat terutama mahasiswa Norwegia untuk belajar di Bali dalam program pra-universitas yang setiap tahun diadakan dua kali  pada Pebruari dan September.

Program pra-universitas di Bali yang dimulai sejak tahun 1993 itu merupakan program yang paling banyak diminati dibanding tawaran belajar di kota-kota lain seperti Los Angeles, Brasil, Cape Town, Paris, London, Meksiko City, Sydney dan Havana. Selama di Bali para mahasiswa ini akan mempelajari ilmu psikologi, filsafat, sosiologi budaya, antropologi, lingkungan, olahraga dan bahasa. (Pusformas)

« KembaliHalaman selanjutnya »