Mafia Hukum Terlibat Kuasai Aset Pemprov Bali
Kategori Berita Bali
Beritabali.com - Bos PT Hartono Raya Motor, dealer mobil mewah Mercedez Benz di Bali, Hari Boedihartono, diduga kuat menjadi bagian dari jaringan mafia hukum di Bali dan luar Bali. Dengan jaringan mafia hukum kuat yang dimiliki, Hari Boedihartono berhasil membeli salah satu aset Pemerintah Provinsi Bali yakni Taman Fesival Bali, di Pantai Padanggalak, Denpasar.
Hal ini diungkapkan pengacara senior Bali, I Gede Widiatmika, di Denpasar hari ini (20/01). I Gede Widiatmika dan kawan- kawan telah melaporkan Hartono ke Satgas Antimafia Hukum di Jakarta. Hartono dilaporkan karena diduga kuat menjadi bagian dari jaringan mafia hukum di Bali dan luar Bali.
“Dengan jaringan mafia hukum yang dimiliki, Hartono sudah berhasil membeli lahan Taman Festival Bali yang sebenarnya merupakan aset Pemprov Bali. Kalau tidak memiliki jaringan yang kuat di berbagai lembaga negara penegak hukum, tidak mudah untuk menguasai lahan yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Widiatmika.
Ke depan, Widiatmika berharap agar Pemerintah Propinsi Bali lebih serius melindungi aset-aset yang dimiliki agar tidak dikuasai atau jatuh ke tangan-tangan mafia hukum, seperti yang diduga dipraktekkan Hartono.
“Mafia hukum itu bukan cerita semata, mafia hukum itu nyata adanya. Oleh karena itu, ke depan saya berharap Pemerintah Propinsi Bali bisa lebih serius melindungi aset-aset yang dimiliki, karena praktek penguasaan aset milik negara menjadi milik pribadi dibantu mafia hukum, kemungkinan bisa terjadi lagi,” ujar Widiatmika. (bob)
Sumber : http://beritabali.com/index.php?reg=&kat=&s=news&id=201001200017
Dua Warga Malaysia Diringkus Petugas Bea Cukai
Kategori Berita Bali
Beritabali.com - Petugas Bea Cukai kembali berhasil meringkus pelaku penyelundupan narkoba. Dua warga Malaysia, Chang Cheng Weng (45) dan Boo Guan Teik (38) ditangkap saat kedapatan membawa 2 kilogram sabu-sabu di Bandara Ngurah Rai Tuban, Rabu (20/1) sore.
Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Bambang Wahyudi, kedua tersangka awalnya sudah datang ke Bali untuk mensurvei system keamanan di Bandara Ngurah Rai Tuban.
Menduga pengamanan bandara longgar, mereka pun kembali datang menyelundupkan narkoba. Mereka datang sekitar pukul 15.30 Wita.
“Untuk ketiga kali mereka datang ke Bali guna mensurvei system pengamanan bandara,” ujarnya, Rabu (20/1).
Dijelaskannya, kurir narkoba itu memasukkan sabu-sabu masing masing 1 kilogram, dengan cara dililitkan di pinggang dan dilapisi plastik.
Semula petugas sudah curiga saat mereka masuk melewati alat pemindai tubuh. Namun untuk membuktikannya, petugas pun menggunakan cara alami, yakni berpura pura menabrak tas pinggang yang mereka bawa dan terasa keras. Begitu yakin ada narkoba, kedua tersangka langsung digeledah.
“Ada dua kilogram sabu-sabu yang mereka bawa, total nilainya mencapai Rp 2 milyar,” terangnya.
Menurut Bambang, kedua tersangka datang dengan menumpang pesawat Cathay Pasific nomor penerbangan CX-785 dari Hongkong.
Dalam keterangannya, kedua tersangka mengaku hanya semalam di Hongkong dan berangkat ke Bali. Sementara narkoba tetap menempel di pinggang mereka.
Sedianya, sampai di Bali, menurut mereka sudah ditunggu pemesan barang. Kelak, bila berhasil menyelundupkan, keduanya akan dibayar 5.000 dollar Hongkong.
Selain berhasil menyita 2 kilogram sabu, sejumlah uang tunai 4.300 Yuan, juga disita dua paspor masing-masing milik Cheng Weng nomor A20609000 dan Guan Teik nomor A20610192.
”Kedua tersangka dijerat pasal 113 ayat 1 dan 2 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati,” tegas Bambang. (Spy)
Sumber : http://beritabali.com/index.php?reg=&kat=&s=news&id=201001200018
Lomba Beleganjur Festival Budaya Kabupaten Badung
Kategori Berita Bali
Badungkab.go.id - Pada hari ketiga serangkaian Festival Seni Budaya Kabupaten Badung, menampilkan perlombaan seni Beleganjur yang diikuti oleh Sekaa Beleganjur se-Bali, Kamis (19/11). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung IB. Anom Bhasma, para Pejabat, Karyawan dan karyawati dilingkungan Pemkab Badung serta dari kalangan masyarakat dan pelajat turun menyaksikan jalannya perlombaan.
Pada Perlombaan Beleganjur sesi kedua ini diikuti Sekaa Beleganjur dari Kelompok umum yang berjumlah 7 Sekaa Beleganjur, diantaranya Sekaa Beleganjur dari Sanggar Cumi, Jln Uluwatu Jimbaran Kuta Selatan, Sekaa beleganjur Karang Taruna Widya Dharma Bhakti, Kapal Mengwi, Sekaa Gong Semara Jaya dari Br. Sigarang Sedang Abiansemal, Sekaa gong Mario Bros, Buduk Mengwi, Sekar Swara khanti, Jln Turi Permai, Sekaa Beleganjur Surya Art Kedonganan serta Sanggar Kori Agung Mas Peninjauan Batubulan, Sukawati Gianyar.
Untuk diketahui para peserta yang meraih Juara pada Perlombaan Beleganjur sesi Pertama kelompok SMP dan SMU se-Bali, Rabu (18/11) diantaranya untuk Kelompok SMA Tabuh Beleganjur Juara I diraih oleh SMA N 2 Mengwi, Juara II SMA N 1 Abiansemal dan Juara III SMN 1 Kuta Utara. Kelompok SMA Tari Beleganjur Juara I diaraih oleh SMA N I Abiansemal, Juara II diraih SMA N 2 Mengwi dan Juara III diraih SMA N 8 Denpasar. Pada kelompok SMP Tabuh Beleganjur Juara I diraih SMP N 3 Mengwi, Juara II diraih SMP N 1 Mengwi dan Juara III diraih SMP 1 Kuta Selatan. Pada tari Beleganjur kelompok SMP juara I diraih oleh SMP N 1 Mengwi, Juara II diraih SMP N 3 Mengwi dan Juara III diraih oleh SMP N 1 Abiansemal.
Sementara itu ketua TIM Juri Dr. I nyoman Catra, SST, MA. Mengatakan pada perlombaan Beleganjur Festival Seni Budaya ke-3 Dikabupaten Badung yang mengambil tema garapan kepahlawanan atau heroic memiliki beberapa kriteria penilaian diantaranya untuk Tabuh Beleganjur penilaian didapat dari Ide atau gagasan, bentuk atau komposisi garapan, teknik gegebug dan tetekep, ornamentasi pepayasan gending, suara gamelan, expresi penampilan dan keserasian kostum penabuh. Untuk penampilan tari penilaiannya dari ide gagasan, koreografi atau bentuk garapan, teknik menari, expresi keharmonisan penampilan, busana dan make up.
Wisman Keluhkan Antrean di Imigrasi
Kategori Berita Bali
Jawapos.co.id - Untuk lebih meningkatkan kunjungan Wisman (wisatawan mancanegara) ke Bali dan menjawab keluhan-keluhan yang muncul seputar imigrasi, Menteri Budaya dan Pariwisata JeroWacik kemarin siang (15/11) melakukan sidak ke bagian imigrasi PT Angkasa Pura. Hadir pula Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.
Hasil dari pemeriksaan tersebut adalah dari 26 komputer yang digunakan pada imigrasi, sebanyak enam komputer ngadat, alias tidak berfungsi. Di sela-sela antrean, Wacik mengadakan tanya jawab dengan para wisman mengenai tanggapan mereka terhadap pelayanan PAP selama ini. Tidak ada yang mengeluh, dan semuanya mengatakan PAP memberikan pelayanan yang baik.
Di imigrasi ini, satu orang bisa dilayani sekitar 25 detik dan paling lama 45 detik. Namun salah satu wisman asal Amerika Peter Agnew mengaku sangat tidak nyaman dengan antrean ini. Garis antrean sangat panjang. Warga kebangsaan Amerika Serikat ini juga mengatakan bahwa temannya sering ketinggalan pesawat karena antre yang terlalu panjang. “Jadi kalau bisa, tempat pelayanan diperbanyak sehingga tidak terlalu banyak,” katanya kepada Koran ini di sela-sela sidak. Sedangkan mengenai sistem komputer, dirinya mengaku cukup memuaskan.
Sementara itu, Wacik cukup bangga dengan pengakuan wisman yang mengaku puas dengan layanan PAP. Namun dirinya akan tetap melakukan perbaikan. Di antaranya akan memperbaiki enam komputer yang ngadat, bahkan akan menambah kuantitasnya. Tampat untuk antri juga akan ditambah, melihat masih banyak space atau tempat yang kosong di area PAP. “Ya, ini dalam rangka 100 hari. Jadi, sebelum itu berakhir kita janjikan sudah ada pergerakan,” janjinya.
Di samping mengenai sistem imigrasi, menteri yang baru saja bertemu Julia Roberts ini juga mengaku akan marapikan stan-stan dagang yang ada di area bandara. Lebih jauh,Wacik juga menargetkan kunjungan wisman tahun depan akan meningkatkan. “Dengan tetap melakukan sosialisasi di luar negeri, tahun depan ditargetkan tujuh juta, dan Bali sebanyak 2,5 juta kunjungan. Dan itu naik 20 persen dari tahun lalu,” lanjutnya.
Lebih lanjut mengenai peningkatan layanan, General Manager Nguruah Rai Heru Legowo juga mengatakan akan merapikan 200 stan dagang yang ada. Tapi belum tahu perapian ini akan mengurangi stan atau tidak. Sekadar informasi, luas bandara saat ini adalah 285 hektar. Dan 15 ribu meter persegi untuk terminal domestik akan berubah menjadi terminal internasional, dengan perluasan menjadi 120 ribu meter persegi. Sedangkan terminal internasional dengan luas 64 ribu meter persegi akan berubah menjadi terminal domestik. Dan untuk perluasan ini, 100 rumah karyawan PAP akan digusur. Namun, mereka skan diberi uang kompensasi. “Ini mulai dilakukan awal tahun depan,” ujar Heru.
Mengenai kasus rabies yang semakin ganas dan memangsa banyak korban diakui Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik mengaku itu menjadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi pariwisata di Bali.
Namun dirinya selaku ahli pariwisata belum ada rencana melakukan tindak apa pun untuk tetap mempertahankan citra pariwisata Bali.
Mengenai kesannya usai bertemu dengan bintang Hollywood Julia Roberts, Wacik mengaku sangat terkesan. Pasalnya, artis tersebut jago akting dan memiliki nama yang sangat terkenal di seluruh dunia. Namun, bila mengenai daya tarik, dirinya mengaku lebih tertarik dengan warga Ubud. Seperti para penarinya.
Dari pertemuan tersebut,Wacik mengatakan versi kedua dan ketiga film Eat, Pray, Love kemungkinan akan syuting di Indonesia. Tapi belum tahu di daerah mana. Bahkan, sudah ada tiga sutradara internasional lainnya yang tertarik untuk syuting di Bali. “Saya sudah sempat sosialisasikan Sumba untuk film-film jenis Koboi. Karena kuda di sana kan bagus,” lanjutnya. (ket)
Sumber : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=126483
Puluhan Mobil Kuno Ikut Pameran BISC 2009
Kategori Berita Bali
Beritabali.com - Puluhan mobil kuno dan antik dipastikan ikut serta dalam pameran mobil kuno “Bali International Classic Show” (BICS) di Kuta, mulai 11 hingga 15 November besok. Mobil yang akan dipamerkan antara lain bekas mobil kepresidenan di era mantan Presiden Sukarno.
Menurut Ketua Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali, Jos Dharmawan, pameran mobil kuno ini merupakan yang pertama kali di Bali.
“Mobil antik yang akan dipamerkan sekitar 40 buah. Mobil yang dipamerkan merupakan mobil pilihan milik para kolektor yang tentu saja berkualitas tinggi,” kata Jos hari ini (9/11).
Diantara puluhan mobil yang dipamerkan terdapat mobil yang mempunyai riwayat sejarah tinggi seperti bekas mobil kepresidenan mantan presiden Sukarno hingga mobil yang dipakai Bung Tomo saat memimpin pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
“Mobil yang akan dipamerkan nanti mulai tahun produksi 1895 merk ‘Spike’ hingga mobil ‘Old Mobile’ produksi tahun 1964. Sebagian besar merupakan mobil buatan Amerika,” terang Jos.
Pameran mobil kuno ini, kata Jos, rencananya akan digelar rutin setiap tahun di Bali. Selain sebagai wadah berkumpulnya para pecinta mobil antik di Indonesia, pameran ini juga diharap dapat menjadi daya tarik wisata baru bagi turis yang berkunjung ke Bali. (dev)
Wisman dari 5 Negara Pasar Utama Alami Kenaikan Signifikan
Kategori Berita Bali
Budpar.go.id - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia berkebangsaan Australia, Perancis, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Cina mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan wisman dari pasar utama selama periode Januari-September 2009 ini rata-rata di atas dua digit.
Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan (P2DSJ) Depbudpar, Senin (2/11) menyebutkan, jumlah kunjungan wisman dari Australia pada Januari-September 2009 sebesar 368.236 orang atau naik 26,66%, sedangkan wisman dari Perancis sebanyak 115,872 orang naik 26,67% .
Sementara itu kunjungan wisman berkebangsaan Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Cina masing-masing sebesar 40.374 orang, 2.902 orang, dan 262.140 orang atau mengalami kenaikkan 24,33%, 33,18%, dan 20,07%. Jumlah kunjungan wisman dari lima pasar utama itu dalam sembilan bulan terakhir ini menunjukkan tren meningkat secara signifikan. (Pusformas)
Hassan Wirajuda Buka Rahasia Alasan ke Bali
Kategori Berita Bali
Denpasar (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, tak segan-segan membuka catatan rahasia mengenai keinginan sejumlah pemimpin negara maju untuk mendapatkan alasan bepergian ke Bali bertepatan penyelenggaraan Forum Demokrasi Bali, Desember 2009.
Pada kuliah umum di Universitas Udayana di Denpasar, Bali, Kamis, diplomat karier kelahiran Tangerang, Banten, 9 Juli 1948 itu mengungkapkan keinginan pemimpin negara maju untuk mendapatkan alasan agar bisa melaksanakan tugas kenegaraan yang diselenggarakan di Pulau Dewata, sekaligus untuk berlibur.
Ia pun membuka catatan hasil “menguping” dari perbincangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan dua pemimpin negara maju yang tidak disebutkan namanya pada suatu pertemuan internasional baru-baru ini.
“Seperti anda tahu, saya sangat tertarik dan ingin juga punya alasan ke Bali,” kata Hassan Wirajuda mengutip ucapan salah seorang pemimpin negara maju yang ingin menghadiri pertemuan Forum Demokrasi Bali (BDF), Desember 2009 di Bali.
Salah seorang pemimpin negara maju lainnya, mengakui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang menunjukkan keseriusannya dalam membangun demokrasi global melalui BDF.
Tetapi ujung-ujungnya, kata Hassan Wirajuda, pemimpin negara maju itu berucap, “Saya ingin hadir Desember nanti. Sekaligus menjadi kesempatan menikmati Bali”.
Kutipan catatan rahasia itupun mendapat sambutan tepuk tangan meriah undangan dari berbagai kalangan pada kuliah umum yang merupakan rangkaian penganugerahan “Udayana Award” dari Rektor Unud, Prof Dr I Made Bhakta kepada Menlu RI yang lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1971 itu.
Hassan Wirajuda yang merupakan lulusan S2: Harvard School of Law, Cambridge, Massachussetts, AS, 1985 dan S3: Doctor of Juridical Science in International Law, Virginia School of Law Charlottesville, Virginia, AS 1987, merupakan penggagas BDF yang untuk pertamakalinya dibuka Presiden Yudhoyono, Desember 2008.
Hal itu dilatarbelakangi keberadaan negara-negara yang telah melakukan demokrasi semisal Amerika Serikat dan India, yang kemudian dikenal sebagai negara demokrasi terbesar di dunia.
Indonesia melalui reformasi politik juga telah diakui sebagai salah satu kekuatan demokrasi ketiga terbesar di dunia. Dalam pelaksanaanya juga mengalami perubahan-perubahan proses demokrasi tergantung dari sistem politik yang dianut dalam rangka pencarian jati diri bangsa.
Adalah gagasan besar untuk menyelenggarakan forum demokrasi dalam rangka mendorong pengembangan demokrasi dan mempromosikan demokrasi di kawasan Asia dan secara internasional melalui “Bali Democracy Forum”.
Forum ini merupakan inisiatif Indonesia untuk memberikan kontribusi dalam mengembangkan dan mempromosikan demokrasi serta dapat dicermati sebagai bagian dari peran politik luar negeri Indonesia untuk menyelenggarakan forum internasional dengan mengundang negara-negara sahabat.
Bali Democracy Forum yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 Desember 2008 di Bali, di antaranya dihadiri Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, PM Timor Leste, Xanana Gusmao, 17 Menteri Luar Negeri dan perwakilan dari 32 negara.
Seluruh negara ASEAN mengirimkan delegasinya dalam forum tersebut, termasuk Myanmar dan negara-negara kawasan Asia lainnya seperti China, Jepang, India. Negara-negara di luar kawasan Asia juga diundang sebagai peninjau, antara lain: Amerika Serikat, Austria, Belanda, Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Swiss, Swedia dan Tunisia.(*)
Ditjen Destinasi Alokasikan Dana Dekon-TP Tahun 2010 Rp 40 Miliar
Kategori Berita Bali
Budpar.go.id - Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar mengalokasikan anggaran dana Dekonsentrasi dan Tugas Pendukungan (Dekon-TP) tahun 2010 sekitar Rp 40 miliar untuk membantu daerah dalam mengembangkan destinasi pariwisata unggulan mereka agar memiliki daya saing nasional, regional, atau pun global.
“Dalam APBN 2010 alokasi dana untuk Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata sebesar Rp 130 miliar, dari anggaran ini kita alokasikan untuk Dekon-TP sebesar 35% atau sekitar Rp 40 miliar,” kata Winarno Sudjas, Sekretaris Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (19/10) sehubungan akan diselenggarakannya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengembangan Destinasi Pariwisata yang akan berlangsung selama dua hari, 20-21 Oktober 2009, di hotel Mercure Convention Center, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara.
Menurut Winarno Sudjas, alokasi dana Dekon-TP tersebut diprioritaskan bagi daerah yang menempatkan program pembangunan di bidang kepariwisataan sebagai skala prioritas. Bantuan tersebut bisa digunakan untuk pembangunan fisik dalam meningkatkan daya saing destinasi, juga dalam bentuk program pendampingan seperti untuk penyuluhan dan pelatihan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di sekitar lokasi destinasi,” kata Winarno.
Rakernas akan dibuka oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar Firmansyah Rahim, diikuti peserta dari kalangan pejabat di lingkungan Depbudpar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Budpar) dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, dan sejumlah nara sumber antara lain pakar marketing Hermawan Kertajaya, Fadjar Ari Dewantoro, Sekjen DKP, Sekjen Dephut, dan Sekjen Dep. PU dengan topik bahasan seputar keterpaduan sektoral dan kewilayahan dalam meningkatkan destinasi pariwisata di tanah air yang berdaya saing nasional, regional, dan global. (Pusformas)
Jual Bali Domain : baliapartemen.com
Kategori Bali Web domain
Dijual segera domain untuk usaha properti di Bali khususnya Bali apartement. Domain super bagus ini www.baliapartemen.com. Harga mulai Rp. 150 jt.
Untuk yang tertarik hubungi Bapak Made (081 236 124 950)
Dijual Segera Domain Bali Laundry 50 jt
Kategori Bali Laundry
Dijual segera domain untuk usaha Bali Laundry, www.balilaundry.com, harga dibuka mulai Rp. 50 juta. Harga akan terus berubah naik.
Untuk yang tertarik, hubungi Pak Made (081 236 124 950)
Halaman selanjutnya »







